Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Perkembangan Anak

Imam al-Ghazali ra. dalam bukunya yang berjudul Ihya Ulumuddin telah menyebutkan: "Perlu diketahui bahwa jalan untuk melatih anak-anak termasuk urusan yang paling penting dan harus mendapat prioritas yang lebih dari yang lainnya". Anak merupakan amanat di tangan kedua orang tuanya dan kalbunya yang masih bersih merupakan permata yang sangat berharga. Jika ia dibiasakan untuk melakukan kebaikan (dalam lingkungan rumah tangga dan lingkungan sosial) niscaya dia akan tumbuh menjadi baik dan menjadi orang yang bahagia di dunia dan di akhirat.

Sebaliknya, jika dibiasakan dengan keburukan (dalam lingkungan ruma tangga dan lingkungan sosial) serta ditelantarkan niscaya dia akan menjad orang yang celaka dan berdampak sangat buruk bagi perkembangan bau fisik, mental, maupun spiritual sang anak.

Sumber daya manusia yang berkualitas hanya dapat diciptakan melalum lembaga pendidikan, baik formal maupun non-formal. Keduanya secara simultan memproses raw input untuk dapat lebih cerdas sebagaimana yang diamanatkan oleh Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea ke empat, "..... mencerdaskan kehidupan bangsa......".

Indikator sumber daya manusia yang berkualitas, satu di antaranya adalah munculnya produk kreatif seseorang. Produk kreatif akan muncul bilamana ada motivasi, baik motivasi intrinsik maupun ekstrinsik disertai komitmen yang tinggi untuk mencapai prestasi serta adanya wahana yang memungkinkan munculnya kreativitas. Semakin tinggi potensi kreativitas seseorang dan didukung keterbukaan wahana untuk mengekspresikan kreativitasnya, maka semakin terbuka pulalah peluang munculnya produk kreatif.

Manusia dalam kedudukannya sebagai peserta didik haruslah ditempatkan sebagai pribadi yang utuh, yakni manusia sebagai kesatuan sifat makhluk individu dan sosial, sebagai kesatuan jasmani, dan rohani sebagai makhluk Tuhan yang harus menempatkan hidupnya di dunia sebagai persiapan kehidupan akhirat.

A. Pengertian Perkembangan Anak

Perkembangan anak adalah segala perubahan yang terjadi pada diri anak dilihat dari berbagai aspek, antara lain aspek fisik (motorik), emosi, kognitif, dan psikososial (bagaimana anak berinteraksi dengan lingkungan).

Secara umum konsep perkembangan anak dikemukakan Werner (1957) sebagai berikut: "Perkembangan sejalan dengan prinsip orthogenetis, bahwa perkembangan anak berlangsung dari keadaan global dan kurang berdiferensiasi sampai pada keadaan di mana diferensiasi, artikulasi, dan integrasi meningkat secara bertahap. Proses diferensiasi itu diartikan sebagai prinsip totalitas pada diri anak bahwa dari penghayatan totalitas itu lambat laun bagian-bagiannya menjadi semakin nyata dan bertambah jelas dalam kerangka keseluruhan.

Sejak bayi dilahirkan, ia telah mempunyai "gambaran total atau gambaran lengkap tentang dunia ini, hanya saja gambaran tersebut masih kabur dan samar-samar. Terbawa oleh perkembangannya, gambaran total yang samar-samar tadi berangsur-angsur menjadi terang dan bagian bagiannya bertambah nyata, jelas dan strukturnya semakin lengkap. Timbullah kemudian kompleks dan unsur-unsur, umpamanya unsur gerak, jarak, bentuk, struktur, warna, dan lain-lain. Namun, semuanya merupakan bagian dari satu totalitas atau keseluruhan dan mengandung sifat-sifat totalitas tersebut.

Dalam hubungannya dengan konsep perkembangan anak secara orthogenetik yang dikemukakan oleh Werner ini, maka perubahan-perubahan ke arah terorganisasi dan terintegrasinya suatu aspek menunjukkan adanya kontinuitas. Perubahan-perubahan yang terjadi berlangsung terus pada tahapan-tahapan perkembangan berikutnya dengan cara-cara yang sama. Apa yang ada pada perkembangan sebelumnya diteruskan pada tahapan perkembangan berikutnya. Sedangkan perubahan ke arah diferensiasi yaitu timbulnya karakteristik baru yang berasal dari sesuatu yang sebelumnya masih global disebut diskontinuitas.

Perkembangan anak adalah proses perubahan kualitatif yang mengacu pada kualitas fungsi organ-organ jasmaniah, dan bukan pada organ organ jasmaniah, sehingga penekanan arti perkembangan terletak pada penyempurnaan fungsi psikologis yang termanifestasi pada kemampuan fisiologis.

Perkembangan memiliki karakteristik yang dapat diramalkan dan memiliki ciri-ciri sehingga dapat diperhitungkan, seperti: 

a. Perkembangan yang sudah terjadi sejak di dalam kandungan, dan setelah kelahiran merupakan suatu masa di mana perkembangan dapat dengan mudah diamati.

b. Dalam periode tertentu ada masa percepatan atau masa perlambatan. Terdapat 3 periode pertumbuhan cepat adalah pada masa janin, masa bayi 0-1 tahun, dan masa pubertas. 

c. Perkembangan memiliki pola yang sama pada setiap anak, tetapi pada kecepatan yang berbeda. 

d. Perkembangan dipengaruhi maturasi sistem saraf pusat. Bayi akan menggerakkan seluruh tubuhnya, tangan dan kakinya kalau melihat sesuatu yang menarik, tetapi pada anak yang lebih besar reaksinya hanya tertawa atau meraih benda tersebut.

Ada dua faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan anak, yakni faktor internal dan faktor eksternal.

a. Faktor Internal (alami) adalah faktor yang diperoleh dari dalam individu itu sendiri, seperti:

    1) Genetika (keturunan).
    2) Pengaruh hormon.

b. Faktor eksternal (lingkungan) adalah faktor yang diperoleh dari luar individu, seperti:

1) Keluarga.
2) Kelompok teman sebaya.
3) Pengalaman hidup.
4) Kesehatan lingkungan.
5) Nutrisi.
6) Istirahat, tidur, dan olahraga.
7) Status kesehatan.
8) Iklim atau cuaca.

Sumber : Belajar dan Pembelajaran PAUD, Mursid, M.Ag.

Post a Comment for "Pengertian Perkembangan Anak"